Modul: Bab 1 Masalah Sosial

🎬 Video Pembelajaran:
Tersedia juga video pembelajaran di bawah materi PDF.
Masalah Sosial: Definisi dan Karakteristik Kondisi yang dianggap membahayakan oleh masyarakat dan memerlukan tindakan. Bersifat merugikan dan nyata (manifes) di sekitar, baik fisik maupun mental. Berkaitan dengan pelanggaran nilai/norma yang kuat dan bertahan lama. Tidak bersifat pribadi, tetapi dirasakan oleh banyak orang. Bisa menjadi masalah sosial jika dialami secara kolektif. Sifat Masalah Sosial Subjektif: Pandangan berbeda tergantung norma, nilai, budaya daerah. Objektif: Kesadaran sosial, pengalaman hidup, dan pengakuan publik. Proses Terjadinya Masalah Sosial Pengajuan Klaim: Ada yang menyatakan adanya masalah sosial. Liputan Media: Media melaporkan klaim tersebut ke publik. Reaksi Media: Opini publik terbentuk berdasarkan laporan. Pembuatan Kebijakan: Pemerintah dan pihak terkait merancang solusi.Implementasi Kebijakan: Kebijakan diterapkan dan ditaati. Hasil Kebijakan: Respons masyarakat terhadap perubahan. Teori Dasar Sosiologi dalam Melihat Masalah Sosial 1. Perspektif Fungsionalis Masyarakat seperti organisme dengan sistem yang saling berhubungan. Masalah sosial terjadi akibat disfungsi lembaga sosial (misal: pendidikan). Penyebab: kegagalan ekspektasi sosial, ketidaknormalan, konflik budaya, kehancuran, lembaga impersonal. Fokus kajian: tingkat makro (institusi/lembaga sosial). 2. Perspektif Konflik Masyarakat terdiri dari kelompok yang bersaing dan bertentangan. Masalah sosial muncul akibat dominasi kelompok kuat atas kelompok lemah. Penyebab: kesenjangan kelas, ras, etnis, gender, perpecahan. Fokus: ketidaksetaraan dan persaingan kekuasaan. 3. Perspektif Interaksionis Masalah sosial bersifat subjektif dan dilihat dari respons masyarakat. Penyebab: pengalaman individu dengan penyimpangan dan sosialisasi yang kurang sempurna (misal kekerasan di rumah). Fokus: interaksi sosial dan makna perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Wujud Masalah Sosial 1. Eksklusi dan Segregasi Eksklusi: Pengucilan atau penghilangan hak terhadap kelompok tertentu dalam aspek ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Segregasi: Pemisahan kelompok sosial karena stigma atau pelabelan, seperti perbedaan upah berdasarkan gender. 2. Partikularisme Penekanan kepentingan kelompok sendiri di atas kepentingan umum. Contoh: intoleransi, korupsi, kolusi, nepotisme. 3. Perilaku Menyimpang Perilaku bertentangan dengan norma dan nilai masyarakat. Contoh: bunuh diri, narkoba, pembunuhan, terorisme. Ragam Masalah Sosial 1. Ketimpangan Ekonomi dan Kemiskinan Kemiskinan absolut: tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar. Kemiskinan relatif: standar hidup di bawah rata-rata masyarakat. 2. Ketidaksetaraan Ras dan Etnik Diskriminasi berdasarkan perbedaan fisik dan budaya. Penyebab utama: etnosentrisme yang menilai kelompok sendiri lebih unggul. 3. Ketidaksetaraan Gender Perbedaan sosial antara laki-laki dan perempuan. Terjadi di berbagai bidang: pekerjaan, pendidikan, politik, kesehatan. 4. Intoleransi Sikap tidak menghargai kelompok lain. Menimbulkan perpecahan sosial. 5. Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme Korupsi: Penyalahgunaan wewenang demi kepentingan pribadi/golongan. Kolusi: Kerjasama ilegal untuk keuntungan tertentu Nepotisme: tindakan memprioritaskan atau menguntungkan orang terdekat dalam jabatan atau peluang,bu kan berdasarkan kompetensi
Kembali Tombol Kembali
⬅️Kembali
🔈Bacakan Halaman ⏹️Berhenti Bicara