Tersedia juga video pembelajaran di bawah materi PDF.
Masalah Sosial:
Definisi dan Karakteristik
Kondisi yang dianggap membahayakan oleh masyarakat dan memerlukan tindakan.
Bersifat merugikan dan nyata (manifes) di sekitar, baik fisik maupun mental.
Berkaitan dengan pelanggaran nilai/norma yang kuat dan bertahan lama.
Tidak bersifat pribadi, tetapi dirasakan oleh banyak orang.
Bisa menjadi masalah sosial jika dialami secara kolektif.
Sifat Masalah Sosial
Subjektif: Pandangan berbeda tergantung norma, nilai, budaya daerah.
Objektif: Kesadaran sosial, pengalaman hidup, dan pengakuan publik.
Proses Terjadinya Masalah Sosial
Pengajuan Klaim: Ada yang menyatakan adanya masalah sosial.
Liputan Media: Media melaporkan klaim tersebut ke publik.
Reaksi Media: Opini publik terbentuk berdasarkan laporan.
Pembuatan Kebijakan: Pemerintah dan pihak terkait merancang solusi.Implementasi
Kebijakan: Kebijakan diterapkan dan ditaati.
Hasil Kebijakan: Respons masyarakat terhadap perubahan.
Teori Dasar Sosiologi dalam Melihat Masalah Sosial
1. Perspektif Fungsionalis
Masyarakat seperti organisme dengan sistem yang saling berhubungan.
Masalah sosial terjadi akibat disfungsi lembaga sosial (misal: pendidikan).
Penyebab: kegagalan ekspektasi sosial, ketidaknormalan, konflik budaya, kehancuran,
lembaga impersonal.
Fokus kajian: tingkat makro (institusi/lembaga sosial).
2. Perspektif Konflik
Masyarakat terdiri dari kelompok yang bersaing dan bertentangan.
Masalah sosial muncul akibat dominasi kelompok kuat atas kelompok lemah.
Penyebab: kesenjangan kelas, ras, etnis, gender, perpecahan.
Fokus: ketidaksetaraan dan persaingan kekuasaan.
3. Perspektif Interaksionis
Masalah sosial bersifat subjektif dan dilihat dari respons masyarakat.
Penyebab: pengalaman individu dengan penyimpangan dan sosialisasi yang kurang
sempurna (misal kekerasan di rumah).
Fokus: interaksi sosial dan makna perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Wujud Masalah Sosial
1. Eksklusi dan Segregasi
Eksklusi: Pengucilan atau penghilangan hak terhadap kelompok tertentu dalam aspek
ekonomi, politik, sosial, dan budaya.
Segregasi: Pemisahan kelompok sosial karena stigma atau pelabelan, seperti perbedaan
upah berdasarkan gender.
2. Partikularisme
Penekanan kepentingan kelompok sendiri di atas kepentingan umum.
Contoh: intoleransi, korupsi, kolusi, nepotisme.
3. Perilaku Menyimpang
Perilaku bertentangan dengan norma dan nilai masyarakat.
Contoh: bunuh diri, narkoba, pembunuhan, terorisme.
Ragam Masalah Sosial
1. Ketimpangan Ekonomi dan Kemiskinan
Kemiskinan absolut: tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar.
Kemiskinan relatif: standar hidup di bawah rata-rata masyarakat.
2. Ketidaksetaraan Ras dan Etnik
Diskriminasi berdasarkan perbedaan fisik dan budaya.
Penyebab utama: etnosentrisme yang menilai kelompok sendiri lebih unggul.
3. Ketidaksetaraan Gender
Perbedaan sosial antara laki-laki dan perempuan.
Terjadi di berbagai bidang: pekerjaan, pendidikan, politik, kesehatan.
4. Intoleransi
Sikap tidak menghargai kelompok lain.
Menimbulkan perpecahan sosial.
5. Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Korupsi: Penyalahgunaan wewenang demi kepentingan pribadi/golongan.
Kolusi: Kerjasama ilegal untuk keuntungan tertentu
Nepotisme: tindakan memprioritaskan atau menguntungkan orang terdekat dalam jabatan atau peluang,bu kan berdasarkan kompetensi